SEKILAS INFO
31-10-2020
  • 9 bulan yang lalu / Her Registrasi Mahasiswa Semester Genap 2019/2020 dibagian Pengumuman
  • 9 bulan yang lalu / Pengisian Kuesioner Penilaian Dosen Periode Semester Ganjil 2019/2020 dilaksanakan pada 13 – 18 Januari 2020
  • 1 tahun yang lalu / Kalender Akademik 2019/2020 bisa didownload dibagian Link Akademik
10
Feb 2018
0
Menciptakan Pendidikan Sadar Multikultural

Indonesia adalah negara yang mendapat anugerah luar biasa dari Tuhan Yang Maha Esa. Selain sumber daya alam yang melimpah, negeri ini juga dikaruniai sumber daya manusia yang penuh dengan keberagaman nan eksotis dan indah. Di mata dunia, bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa yang sangat ramah dan penuh dengan sopan santun. Sistem Gotong Royong yang mengakar kuat di bangsa ini dan tidak dikenal di bangsa-bangsa lain adalah sebagai bukti nyata kesiapan warga Indonesia dalam menerima perbedaaan dan keberagaman. Dan masih banyak tradisi lain yang mengindikasikan pada tatanan sosial yang sudah mapan di negri ini.

Hanya saja, keindahan yang penuh warna ini dalam beberapa tahun terakhir seolah mulai berubah menjadi noda hitam yang jika dibiarkan bisa merusak citra dan image yang indah nan eksotis tersebut. Isu SARA mulai menjadi asupan dan konsumsi keseharian warganya. Sehingga membuat warga ini berubah menjadi orang yang ramah dan sopan menjadi pembenci.

Pembuatan dan penyebaran Berita Hoax menjadi alternatif pilihan untuk melawan dan menjatuhkan orang atau kelompok yang tidak disukai. Hingga menjadikan warga ini yang semula jujur menjadi suka berbohong dan memfitnah, dan bahkan penuh dengan kecurigaan tanpa dalih. Kondisi yang semakin akut ini menyebabkan terjadinya konflik horizontal yang tidak bisa dihindarkan, dan tiada henti.

Untuk meredam permasalahan di atas, sistem pendidikan adalah salah satu alternatif paling efektif dalam menghadapi itu semua. Walaupun harus diakui, bahwa cara ini pasti membutuhkan waktu yang cukup panjang. Namun demikian, tidak diharapkan juga jika keindahan bangsa yang penuh warna dan sumber daya alam yang melimpah hancur oleh ketidaksadaran warganya sendiri. Dan lebih zalim lagi, jika kehancuran ini diwariskan kepada anak-cucu berikutnya yang akan melanjutkan keberlangsungan bangsa ini.

Fitrah negeri yang dikaruniai oleh Tuhan Yang Maha Esa ini adalah keberagaman, dan perbedaan tidak bisa ditolak serta dipungkiri. Mulai dari keberagaman suku, budaya, adat, agama, dan lainnya yang terkumpul di daerah masing-masing, kemudian menyatu dalam sebuah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jika keberagaman ini bisa saling memadu dan harmonis, maka akan tercipta kekuatan yang luar biasa. Untuk memberikan kesadaran ini, maka pendidikan menjadi alternatif yang sangat strategis, yaitu pendidikan yang memberikan kesadaran akan bangsa Indonesia yang multikultural.

Melihat kenyataan semacam ini, kesadaran multikultural tidak saja urgen, namun harus menjadi sesuatu yang inheren dalam penyelenggaraan pendidikan. Melalui kesadaran ini, James A. Banks berpendapat bahwa pendidikan multikultural merupakan suatu rangkaian kepercayaan (set of beliefs) dan penjelasan yang mengakui dan menilai pentingnya keberagaman budaya dan etnis di dalam bentuk gaya hidup, pengalaman sosial, identitas pribadi, kesempatan pendidikan dari individu, kelompok maupun negara.

Dengan demikian, kesadaran ini harus dijadikan tidak hanya sekedar ide, namun harus menjadi gerakan pembaharuan pendidikan dan proses pendidikan. Tujuan utamanya adalah untuk mengubah struktur lembaga pendidikan agar siswa, baik laki-laki maupun perempuan, siswa berkebutuhan khusus atau difable (different ability of people), dan siswa yang merupakan anggota dari kelompok ras, etnis, agama dan kultur yang bermacam-macam itu akan memiliki kesempatan yang sama untuk mencapai hak-haknya di sekolah. Selanjutnya juga di luar sekolah.

Proses pendidikan sadar multikultural penting sekali untuk setiap individu yang berkutat dalam dunia pendidikan, baik pemerintah, sekolah, guru, orangtua, terlebih-lebih para siswa yang banyak memanfaatkan waktunya di lingkungan sekolah.

Dengan kesadaran tersebut, segala bentuk diskriminasi dan penindasan bisa terkikis dan menghilang dalam dunia pendidikan. Sehingga, pendidikan menjadi media transformasi nilai dan ilmu pengetahuan yang berfungsi sebagai pencetus corak kebudayaan dan peradaban manusia. Pendidikan menjadi mobil penggerak untuk menghantarkan manusia pada suatu pencapaian tingkat kebudayaan yang menjunjung harkat dan martabat kemanusiaan.

Kesadaran multikultural sangat berperan dalam menciptakan perdamaian di muka bumi ini, karena setiap individu tidak hanya dituntut sekedar mengakui keberadaan dan hak orang lain, namun juga harus terlibat dalam usaha memahami perbedaan dan persamaan dengan tujuan mencapai kerukunan dalam kebhinnekaan.

Dalam Undang-undang, No 20/2003 bab II pasal 3 tentang fungsi pendidikan nasional, yakni mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat, serta mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia, sehat, berilmu, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis, serta bertanggung jawab. Dalam konteks Indonesia, karakter yang ingin dibangun yaitu manusia yang Pancasilais.

Melalui kesadaran multikultural, siswa diharapkan mampu merespon realitas sosial yang sudah pasti plural dan bukan monolitik. Sekolah sebagai pusat menimba ilmu, seharusnya mampu membentuk siswa atau anak bangsa yang sadar akan multikultural semacam ini. Sekolah seyogyanya bukan tempat untuk menumbuh kembangkan fanatisme, eksklusifisme, serta berbagai isme-isme lainnya yang memicu pada konflik sara, terlebih-lebih konflik agama yang sudah sering terjadi di negara kita akhir-akhir ini, serta berbagai konflik horizontal lainnya.

Di sisi lain, kesadaran multikultural bisa menjadi perisai bagi setiap individu, secara khusus siswa, untuk membentengi diri dari segala bentuk pengaruh doktrin dan dogma yang bersifat radikal, penindasan, eksklusifitas, dan fanatisme berbalut kekerasan.

Oleh sebab itu, jika keberagaman kultur atau budaya ini yang merupakan kekayaan bangsa Indonesia yang tidak ternilai harganya, dipandang sebagai sebuah karunia Tuhan Sang Pencipta, maka Indonesia yang multidimensi, baik agama, suku, ras, budaya serta adat dan istiadat menjadi sebuah warna tersendiri sekaligus menjadi tantangan tersendiri pula untuk mengelola dan menata bangsa ini yang sepantasnya menjadi kebanggaan tersendiri bagi setiap anak bangsa pula. Semoga.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Pengumuman

PENETAPAN NIM & KELAS MAHASISWA BARU

Pengemuman Pembukaan Pendaftaran Beasiswa Bebas SPP TA. 2020/2021

DAFTAR PENERIMA BEASISWA KIP KULIAH 2020

1
Silahkan kirim pesan kepada kami..
Insyallah akan kami respon secepat mungkin..
Terimakasih..
Powered by