KH. Muslim Nawawi Sampaikan Strategi Menghafal Al-Qur'an di IIQ An Nur

Senin, 18 Oktober 2021, KH Muslim Nawawi memberikan materi Kuliah Umum Tahfidz kepada mahasiswa IIQ An Nur Yogyakarta. Dengan bertajuk “Strategi Sukses Menghafal Al Qur’an”, harapannya kuliah umum ini bisa memberikan wawasan kepada para mahasiswa terkait pentingnya menghafal Al Qur’an.

Adapun acara diselenggarakan di ruang auditorium dengan dihadiri oleh Rektor IIQ An Nur Dr. Shihabul Millah, MA., Wakil Rektor III Dr. Khoirun Niat, M.A, selaku moderator, serta jajaran dosen dan segenap mahasiswa. Kuliah umum ini diselenggarakan di luar jaringan (luring) sekaligus dalam jaringan (daring). Hal itu dilakukan agar mahasiswa yang masih berada di rumah masing-masing juga dapat mengikuti dan mendapatkan ilmu dalam kuliah umum tersebut.

Dalam sambutannya, Dr. Shihabul Millah, MA. memberikan apresiasi atas terselenggaranya acara ini. Menurut beliau, kuliah umum tahfidz ini menjadi agenda penting, mengingat bahwa keberadaan kampus IIQ An Nur tidak bisa lepas dari lembaga Pondok Pesantren An Nur yang mempunyai basic tahfidzul qur’an. Beliau juga mengucapkan banyak terima kasih kepada KH. Muslim Nawawi selaku pengasuh Pondok Pesantren An Nur yang berkenan menjadi narasumber dalam kuliah umum tahfidz tersebut. 

Terkait tema yang diangkat, KH Muslim Nawawi banyak memaparkan materi mengahafal strategi menghafal Alqur’an dan kiat-kiat dalam menjaga hafalan. Beliau juga memberikan pesan kepada para mahasiswa agar tidak menyalahartikan keberadaan mata kuliah tahfidz yang ada di kampus sebagai beban. Akan tetapi, mata kuliah tahfidz ini justru harus dijadikan semangat, karena tahfidz inilah yang akan memberikan nilai keberkahan terhadap ilmu-ilmu yang lain, bahkan kelak menjadi bekal bagi kehidupan akhirat.

Beliau menekankan bahwa untuk bisa menghafal Alqur’an, seseorang tidak harus mempunyai kemampuan lebih, akan tetapi yang harus dimiliki adalah kemauan yang besar. 

“Untuk menghafalkan Alqur’an itu tidak dibutuhkan kemampuan yang lebih, tapi yang dibutuhkan adalah kemauan yang lebih”, papar beliau. 

Beliau menambahkan bahwa, setelah mempunyai kemauan lebih, maka yang harus dilakukan adalah melaksanakan kemauan untuk menghafai tersebut dengan sepenuh hati. Beliau menambahkan;

”Kalau sudah ada kemauan yang lebih, maka harus dilaksanakan dengan sepenuh hati. Kalau setengah hati, dijamin sampeyan akan menjumpai kesulitan setengah mati”

Di sela-sela pemaparan materi, KH. Muslim Nawawi juga mengajak para mahasiswa untuk mempraktikkan secara langsung kiat-kiat dalam mengatasi kesulitan ketika menghafal Alqur’an. Selain itu, beliau berpesan agar kesulitan yang dialami dalam menghafal harus dipandang sebagai kemudahan.

“Pandanglah ayat-ayat yang sama jangan sebagai kesulitan tapi justru sebagai kemudahan”, begitu pesan beliau. Selanjutnya acara ditutup dengan doa yang dipimpin langsung oleh beliau. 

Pewarta Muti’atul Chasanah
Penulis Muti’atul Chasanah
Penyunting Qowim Musthofa