Mahasiswi IIQ An Nur Yogyakarta Raih Juara Satu MTQ XV Cabang Kaligrafi di Lubuk Linggau Sumatera Selatan

Pada tanggal 07-14 Februari 2020 Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) ke XV diadakan di Kabupaten Lubuk Linggau Sumatera Selatan.

Khoirun Niswah, seorang mahasiswi IIQ An Nur Yogyakarta Program Studi Ilmu Alquran dan Tafsir Fakultas Ushuludin semester IV, dipercayai menjadi delegasi kecamatannya, yakni kontingen Utara, untuk mengikuti MTQ ke XV.

Adapun kontingen utara dalam acara tersebut mengirimkan 42 peserta dengan berbagai cabang lomba, seperti MTQ (Qiroat), MTtQ (Murottal), Mujawwad, MHQ (Tahfidz) juz 1, 5, 10, 15, hingga 30 juz, MSQ (Syahril Quran), MFQ (Fahmil Quran), MKQ (kaligrafi) dan beberapa lomba lainnya. Niswah mengikuti cabang lomba Kaligrafi kontemporer.

Ia berhasil mendapatkan juara I dengan menyisihkan peserta lainnya yang kurang lebih 35 peserta dari berbagai kecamatan.

Niswah yang merupakan mahasiswa IIQ An Nur Yogyakarta ini akan menjadi perwakilan kafilah Lubuk Linggau untuk melanjutkan MTQ cabang lomba kaligrafi ini ke tingkat provinsi.

“Kami berharap kepada adik-adik yang berlomba di MTQ ini agar tetap semangat dan pantang menyerah. Menang dan kalah itu adalah hal yang wajar dalam perlombaan. kami akan support mereka. Jika dari kafilah Lubuk Linggau ini berhasil juara di tingkat provinsi, atas nama pemerintah akan menghdiahkan umroh gratis untuk siapa saja yang berhasil membawa nama baik kafilah Lubuk Linggau ini”. Ucap Prana Putra Sohe, MM selaku Bupati Lubuk Linggau.

Niswah merupakan seorang mahasiswi yang terus menekuni bidang kaligrafi, tercatat rekam jejak lomba yang pernah ia ikuti seperti MTQ cabang lomba kaligrafi mushaf yang diadakan di Universitas Islam Indonesia tahun 2018, Musabaqoh Wathoniyah cabang lomba kaligrafi kontemporer yang diadakan di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta tahun 2019.

Prestasi ini merupakan salah satu bukti bahwa mahasiswa IIQ An Nur Yogyakarta memiliki integritas untuk membumikan Alquran dan mampu bersaing serta berkiprah di manapun ia berada.

Prestasi ini juga tentu akan menjadi ‘cambuk’ tersendiri bagi dirinya dan bagi mahasiswa lain untuk terus mengasah diri, mengoptimalkan potensi yang dimiliki demi menjunjung tinggi almamater dan nilai-nilai Al Qur’an. (Muhamad Jamaludin)