Korp Dakwah Mahasiswa IIQ An Nur Yogyakarta Gelar Musyawarah Besar ke-VIII

Sabtu (8 Desember 2018), merupakan saat-saat menegangkan bagi salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di Kampus IIQ An Nur Yogyakarta, yaitu Korp Dakwah (Korda) Mahasiswa. Di mana Korda melaksanakan Musyawarah Besar (Mubes) ke-VIII.

Mubes sebagai permusyawarahan di bawah Dewan Mahasiswa IIQ An Nur Yogyakarta yang diadakan setiap satu tahun sekali. Kegiatan ini guna membahas dan mengevaluasi laporan pertanggungjawaban pengurus Korda dalam satu periode tersebut. Mubes Korda ke-VIII, sebagai bentuk pertanggungjawaban dari pengurus Korda masa bakti 2017-2018.

Kegiatan ini mengusung tema “Mari Bersama Hidupkan Organisasi Berdasarkan Al-Quran dan Sunnah.” Penjelasan tema disampaikan oleh Ketua Mubes yakni Zainal Fanani.


“Tema ini merupakan buah dari rapat yang diadakan secara continue sebelum pelaksanaan Mubes. Melalui tema tersebut tersirat harapan, ‘Bagaimana mengangkat derajat korda dan membuat korda Istimewa untuk kita?’” papar Zainal.

Harapan tersebut ditanggapi oleh Muhammad Jamaludin yang kala itu masih menjabat sebagai Ketua Korda Periode 2017-2018. Di mana dia menganalogikan organisasi sebagai api unggun, yang mana seluruh anggotanya harus saling bahu-membahu dalam membangun organisasi.

“Saya menganalogikan sebuah organisasi sebagai api unggun, semakin banyak bahan bakarnya makin banyak pula apinya” ujar Jamaludin.

Ketua Dema IIQ An Nur menambahkan bahwa dalam membangun sebuah organisasi sangat memerlukan kerja sama tim.

“Siapapun yang akan terpilih (mengemban amanah dalam organisasi) harus saling bahu-membahu dan anggotanya sebagai kontribusinya, ketua hanya sebagai figur,” terang Johan Utsman.

Selanjutnya Drs. H Atmaturida, M. Pd, selaku Penasehat Korda sejak tahun 2004 hingga sekarang, juga menyampaikan pentingnya kerja sama dalam menjalankan sebuah organisasi.

“Organisasi itu sistem, harus bergerak semuanya (itemnya), jangan jalan sendiri, jangan bekerja sendiri,” dukung Drs. Atma.

Beliau menambahkan jika kegiatan Mubes ini merupakan salah satu jembatan menuju mufakat dari seluruh anggota Korda. Di mana segala kesepakatan di dalamnya akan menjadi acuan untuk masa depan Korda. Adapun pemenuhannya ialah dengan senantiasa bahu-membahu membangun Korda menjadi yang lebih baik.

“Organisasi tidak boleh berhenti dan kaderisasi harus selalu berkembang,” jelas Drs. Atma, sebagai penyemangat untuk Korda ke depannya. (Umi Hasanah).