KSEI NASYID GELAR DIKLAT EKONOMI ISLAM

Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) Nahdhotul Muqtashid IIQ An Nur Yogyakarta mengadakan Diklat Ekonomi Islam. Tema yang diusung kali ini adalah “Membentuk Kader Ekonom Qurani yang Intelek dan Tanggap Sosial.”
Dihadapan 18 peserta diklat, Braham Maya Baratullah, M S.I., selaku Dekan Fakultas Ekonomi Bisnis Islam (FEBI) menyampaikan sambutannya. Ia mengatakan bahwa adanya kegiatan-kegiatan di dalam FEBI IIQ An Nur bertujuan untuk meningkatkan kualitas ekonomi Islam.
Menurut beliau kegiatan diklat ini untuk menguatkan mahasiswa FEBI untuk memperdalam keilmuan khususnya tentang Ekonomi Bisnis Islam. Ini sejalan dengan visi FEBI.
“Visinya (adalah) unggul dan inovatif dalam kajian ekonomi dan bisnis Islam serta peradaban industri yang berbasis nilai-nilai Alquran dan kepesantrenan,” ujar Braham, di Auditorium IIQ An Nur Yogyakarta (11/11/2018).
Beliau memaparkan tentang visi tersebut yang mana mahasiswa FEBI harus unggul dan inovatif dalam kajian ekonomi dan bisnis Islam.
“Sehingga nanti adanya praktik-praktik di dalam mahasiswa baik seminar, diklat, kewirausahaan, (dan) perbankan itu, (mahasiswa) harus menemukan hal-hal baru, bukan hanya sekedar kreatif,” ujar Braham.
“Inovasi ini adalah menemukan hal-hal kajian ilmiah yang itu bisa diterapkan dalam kehidupan nyata, khususnya dalam keilmuan ekonomi bisnis Islam,” tambahnya.
Tidak hanya itu, beliau menambahkan bahwa mahasiswa FEBI tidak dapat terlepas dari peradaban industri. Karena pada dasarnya perubahan-perubahan industri pasti terjadi dan tidak dapat ditolak.
Braham menambahkan bahwa Industri Ekonomi Islam saat ini berkembang dengan pesat. Sehingga, sesuai dengan visi yang telah disebutkan, FEBI ingin membangun peradaban industri yang berbasis nilai-nilai Alquran dan kepesantrenan. Nilai-nilai Alquran ini sudah menjadi dasar dari lahirnya IIQ An Nur, di samping itu peradaban dan akhlak pesantren pun telah lebih dulu ditanamkan.
Sehingga, Beliau menyimpulkan bahwa Yayasan al-Mahad An Nur adalah pesantren yang memiliki kampus, bukan kampus yang memiliki pesantren. Dengan kata lain, akhlaklah yang terlebih dahulu ditanamkan dalam diri mahasiswa, baru kemudian mengembangkan keilmuannya.
Acara tersebut juga dihadiri oleh Ketua DEMA IIQ An-Nur serta 2 delegasi dari masing-masing banom Harokati dan Korda.
Acara tersebut ditutup dengan pembukaan acara diklat secara resmi oleh Dekan FEBI, yang mana kegiatan diklat ini akan berlangsung selama 2 hari yaitu pada Minggu tanggal 11 dan 18 November 2018. (Fitri)