WISUDA ANGKATAN KE-10, IIQ AN NUR MELULUSKAN 54 MAHASISWA

Institut Ilmu al-Qur’an An Nur Yogyakarta menyelenggarakan wisuda ke-10 sekaligus memperingati Harlah yang ke 16 pada Sabtu 15 September 2018. Acara dimulai sejak pukul 08.00-11.00 WIB.

Tampak wajah-wajah bahagia dari para wisudawan maupun wisudawati yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan sarjananya tahun ini.

Pada tahun 2018 ini, IIQ An-Nur meluluskan sebanyak 54 sarjana, baik dari Fakultas Tarbiyah maupun Ushuludin. Pada Fakultas Tarbiyah meluluskan 46 sarjana, sedangkan Fakultas Ushuluddin meluluskan 8 sarjana. Tiga sarjana diantaranya adalah telah menyelesaikan hafalan 30 juz. Enam belas diantaranya berhasil meraih predikat cumlaude.

Pada kesempatan tersebut Rektor IIQ An-Nur, Drs. H. Heri Kuswanto M. Si. mengenalkan IIQ An Nur  dengan menyampaikan beberapa kelebihan kampus tersebut dibanding universitas lainnya.

“IIQ An Nur aktif mengikuti kegiatan-kegiatan seperti pengembangan kurikulum dan management. Setelah tiga hari ke depan akan kita adakan desain pembelajaran agar para dosen lihai (jitu) dalam mengajar. Sebab setiap universitas belum tentu dibekali oleh itu. IIQ merancang dan segera merealisasikannya”, ujarnya.

Beberapa dosen juga dikirim untuk melanjutkan jenjang studi S2 dan S3 di kampus UIN Sunan Kalijaga dan UGM. Itu sebagai bentuk upaya pengembangan yang dilakukan pihak kampus dalam mencetak sarjana yang mandiri, unggul, dan berprestasi.

Beliau juga mengingatkan akan hadist rasul yang berbunyi, “sebaik-baik diantara kalian adalah yang mempelajari Al-Quran dan mengajarkannya”. Oleh karena itu, beliau memberi nasihat kepada para wisudawan dan wisudawati agar mengamalkan sabda rasul tersebut.

“Teruslah membaca, mengajar dan mengamalkan Al-Quran dimanapun berada. Nur (cahaya) Al-Quran akan senantiasa Allah kirimkan untuk menerangi hidup nanda semuanya di dunia hingga kelak di akhirat,” tambahnya.

Sebelum sambutan berakhir, beliau tidak lupa menyampaikan ucapan selamat kepada wisudawan dan wisudawati.

“Selamat kepada para wisudawan tetaplah berjaya, melaju menembus waktu dan berkiprah penuh semangat dimanapun berada. Kita berkeyakinan dengan jariyah yang kita punya kita berpisah sementara kelak pasti akan bertemu di akhirat dalam ridho Allah disurganya.

Pada sambutan  selanjutnya, KH. Yasin Nawawi selaku Ketua Yayasan al-Ma’had An Nur menyampaikan bahwa IIQ An Nur didirikan sebagai bentuk pengabdian di bidang pendidikan  kepada negeri ini. Tujuannya untuk menyiapkan kader-kader bangsa sekarang sebagai penerus bangsa dan terus berjuanh demi agama, nusa, dan bangsa.

IIQ an Nur merupakan pionir berdirinya perguruan tinggi dikalangan pesantren. Yang mana pesantren sekarang dituntut untuk mengikuti arus kemajuan zaman. Terutama di bidang teknologi yang berkembang pesat. Teknologi jika digunakan dengan baik akan meningkatkan keimanan kepada Allah.

Namun, sekarang ini banyak sekali yang melakukan penyalahgunaan teknologi yang justru merusak moral anak bangsa dan menyebabkan fitnah (hoax) semakin merebak.  Oleh karena itu, beliau berharap agar semua santri dapat menyiapkan ilmu agama yang mudah diterima oleh semua kalangan masyarakat.

“Mudah-mudahan para alumnus IIQ An Nur atau Pondok Pesantren An Nur kelak menjadi pelopor kader pemimpin bangsa di masa yang akan datang.” (Fitri, Harokati)