Minggu, 13 Mei 2018 pihak Pengurus Harokati yang di bawah naungan Pengurus Komisariat (PK) PMII IIQ An-Nur Yogyakarta mengadakan Pelatihan Jurnalistik Tigkat Dasar dengan mengangkat sebuah tema “Sang Jurnalis Dakwah”. Acara tersebut diadakan dalam rangka menyambut datangnya bulan suci dengan mengambil hikmah dari sosok peretas peradaban Islam.

Kegiatan ini merupakan sebuah langkah awal yang dilakukan oleh pengurus Harokati untuk menciptakan kader-kader yang nantinya dapat menulis dengan baik dan benar. Pelatihan tersebut diadakan di ruang Auditorium IIQ An-Nur yang dimulai pada pukul 09.45 WIB.

Dalam sambutannya, Qowim Mustofa, M. Hum., berpesan bahwa menyiapkan generasi yang dapat menulis merupakan hal yang wajib dilakukan oleh kader-kader PMII saat ini. Hal tersebut menjadikan sebuah PR bagi kita selaku Mahasiswa IIQ An-Nur khususnya, baik itu senior maupun junior untuk sama-sama bekerja sama melaksanakan pesan beliau.

Pada kesempatan kali ini, Pengurus Harokati mendatangkan dua narasumber dari pihak bangkitmedia.com. Dua narasumber tersebut yaitu Fatkhul Anas, S. Pd. I, selaku Pimred bangkitmedia.com dan Nur Rokhim, S.Hum selaku Redaktur Majalah Bangkit sekaligus peneliti LPTI PM.

Acara yang dihadiri oleh 26 Mahasiswa ini melakukan pelatihan dasar yang mengenai berita dan artikel. Selain diberikan materi, peserta juga mempraktikannya di tempat.

Peserta diwajibkan membuat tulisan, baik itu berita ataupun artikel. Para peserta juga disarankan untuk mengirimkan tulisan-tulisannya ke media online maupun cetak. Karena akan banyak sekali manfaat yang dapat diperoleh salah satunya mendapat honor dari tulisan tersebut.

“Semoga Harokati kedepannya lebih baik, semoga dengan adanya  acara ini, dan mahasiswa dapat lebih semangat dalam menulis. Pihak pengurus Harokati mengharapkan mahasiswa merasakan adanya keberadaan organisasi kami di kampus ini,” ucap Umi Sholikhah selaku Koordinator Harokati.

Acara berakhir pada pukul 16.00 WIB. Banyak sekali pelajaran yang dapat dipetik dari acara ini. Seperti yang diungkapkan oleh salah satu pemateri yaitu Nur Rokhim, S. Hum., “hanya ada dua orang yang dikenang sejarah, orang yang ditulis dan orang yang menulis”.

Jadi dapat dikatakan bahwa jika kita bukan siapa-siapa, maka salah satu cara yang dapat kita lakukan adalah dengan menulis. (Tri Listiyaningsih)