Kongres BEM PTNU Syaroni terpilih menjadi Presidium BEM PTNU.

Semarang, 26-29 April 2018 Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Perguruan Tinggi Nahdlotul Ulama (PTNU) menyelenggarakan Kongres yang ke-VI. Tepatnya di Universitas Wahid Hasyim (UNWAHAS).

Salah satu tujuan dari diselenggarakannya kegiatan ini adalah peneguhan PTNU sebagai kampus Aswaja Islam Nusantara dan Menjadikan PTNU sebagai Pusat Kaderisasi Paham Kebangsaan. Kegiatan ini bekerja sama dengan Kemenristekdikti, BNPT, POLRI, Kemenag dan LPTNU.

Kongres yang ke VI ini merupakan Kongres yang kedua kali terselenggara di Semarang, sebelumnya pada tahun 2008.  “Hal ini juga karena Presidium Nasional BEM PTNU Bustana Afthoni dari Universitas Wahid Hasyim. Pada sebelumnya Kongres ini akan diadakan di Lampung namun karena tidak ada konfirmasi akhirnya Kongres ini deiselenggarakan di Semarang”. Jelas Afiffudin (Presiden Mahasiswa UNWAHAS).

Kongres tersebut dihadiri oleh 200 mahasiswa dari 53 PTNU dengan mengangkat tema “Meneguhkan Peran Serta BEM PTNU dalam Menangkal Radikalisme dan Terorisme”. Tema teresebut diangkat karena adanya keprihartinan mahasiswa PTNU atas situasi kemananan nasional, karena paham radikal sudah mulai menyusuri mahasiswa dan pelajar untuk menyebarkan idiologi mereka. “Intoleransi bukanlah budaya bangsa Indonesia, sehingga segala bentuk aksi deradikalisasi tidak sesuai dengan ideologi bangsa” tutur Bastoni Afthoni (Presidium BEM PTNU).

Tujuan utama kongres ini selain untuk menjadikan BEM PTNU lebih baik lagi yaitu peralihan jabatan. Masing-masing mahasiswa delegasi kampus, Saudara Muh. Asysyaroni dari Kampus IIQ An-Nur Yogyakarta terpilih menjadi Presidium Nasional BEM PTNU.

Setelah mendelegasikan 4 (empat) mahasiswanya yaitu: Johan Usman, Muhammmad Asysyaroni, Bayu Wahyono, dan Bagus Dwi Prabowo. Atas terpilihnya Presidium Nasional BEM PTNU diharapakan dapat mengemban amanah serta bertanggung jawab. (Bagus/PAI)